Bamako, JAKARTADILPOMATS.COM– Negara Mali kembali menegaskan dukungannya terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk Sahara.
Mali juga menyatakan Rencana Otonomi yang diajukan Maroko sebagai satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk menyelesaikan sengketa tersebut.
Pernyataan itu disampaikan dalam komunike bersama usai Sidang Komisi Bersama Tingkat Tinggi Maroko–Mali ke-4 di Bamako, Jumat (24/7), yang dipimpin Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dan Menteri Luar Negeri Mali Abdoulaye Diop.
Sikap tersebut mempertegas keputusan Mali pada April 2026 yang mencabut pengakuannya terhadap entitas separatis "SADR", sekaligus mendukung upaya PBB sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797 Tahun 2025.


0 Komentar