![]() |
| Dok. The North African post |
Verona, Italia – Sejumlah pakar dari Maroko dan Italia menegaskan, rencana otonomi yang diajukan Kerajaan Maroko merupakan solusi paling relevan dan pragmatis untuk menyelesaikan konflik di wilayah Sahara Maroko.
Dalam forum yang digelar di Verona dengan tema “Autonomy and Regionalized Governance: Cross Perspectives on the Italian Experience and the Moroccan Perspective”, para pembicara menyoroti pentingnya pendekatan otonomi dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di kawasan Sahel-Sahara yang tengah menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Senator Italia dari kawasan Trentino-Alto Adige, Luigi Spagnolli, menyatakan UN Security Council Resolution 2797 telah memperkuat posisi rencana otonomi Maroko sebagai kerangka penyelesaian konflik Sahara.
Ia menekankan, konstitusi Maroko mencerminkan identitas nasional yang beragam, yang menjadi fondasi persatuan negara tersebut.
Sementara itu, pakar hubungan internasional Marco Baratto menilai tawaran otonomi di bawah kedaulatan Maroko membuka jalan bagi solusi politik yang berkelanjutan.
Ia menyebut pengembangan wilayah selatan Maroko sebagai faktor penting dalam mendorong stabilitas regional.
Baratto juga membandingkan rencana tersebut dengan status khusus Sisilia di Italia sejak 1946, yang dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara persatuan nasional dan otonomi daerah.
Pandangan serupa disampaikan oleh akademisi Yasmine El Hassnaoui yang menilai rencana otonomi mampu menjembatani berbagai kepentingan, mulai dari kedaulatan negara hingga pemberdayaan daerah.
Konsul Jenderal Maroko di Verona, Abdelilah Nejjari, juga memaparkan perkembangan terbaru isu Sahara Maroko dalam kerangka diplomasi yang dipimpin oleh Mohammed VI.
Ia menyebut Resolusi 2797 kini menjadi acuan utama dalam hukum internasional terkait isu tersebut.
Forum ini juga dihadiri oleh komunitas Maroko di Italia serta sejumlah pejabat regional Italia, yang turut mendukung pentingnya dialog dan kerja sama internasional dalam menyelesaikan konflik secara damai.


0 Komentar